Profil Tokoh Pers Indonesia | R.M. Bintarti

M. Bintarti—salah satu penerima penghargaan Perintis Pers Indonesia—merupakan putra dari Raden Mas Kartodirdjo, seorang abdi dalem Kraton Yogyakarta sekaligus priyayi yang gemar menulis serta mengarang buku untuk diterbitkan oleh Balai Pustaka. Disebutkan sebuah sumber, beliau sempat menjalani beberapa profesi dan barulah terjun dalam dunia jurnalistik ketika berguru pada R.M. Tirtohadisoerjo (pemimpin majalah Medan Prijaji) di Bandung. Tahun 1923 ketika awal Sin Jit Po terbit (surat kabar Sino-Malay), R.M. Bintarti menjadi editor di Surabaya bersama Oei Kie Hok. Pada tahun itu juga bersama Raden Pandji Soeroso beliau menerbitkan Kemadjoean Hindia yang merupakan surat kabar harian. Tidak diketahui kapan persisnya beliau di surat kabar dagang Pewarta Soerabaja, namun R.M. Bintarti merupakan wartawan senior pada surat kabar tersebut. Tahun 1925, beliau menjadi pemimpin redaksi Pewarta Soerabaja menggantikan HWR Kommer yang telah meninggal.

Tidak diketahui tahun berapa persisnya, R.M. Bintarti kemudian memimpin Tjahaja Timoer, surat kabar khusus ekonomi yang terbit di Malang secara berkala hari Senin, Rabu, dan Jumat. Awal Agustus 1945 sebelum Indonesia merdeka, Kantor Berita Indonesia resmi didirikan oleh mantan wartawan dan redaksi Kantor Berita Domei di Surabaya. Pun R.M. Bintarti menjadi salah satu dari tiga wartawan yang pertama kali bergabung. Ketika perang dengan Sekutu meletus pada 10 November 1945, KB Indonesia yang telah menjadi bagian dari Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara terpaksa mengungsi ke Mojokerto. R.M. Bintarti bersama Wiwiek Hidayat tetap melakukan kegiatan LKBN Antara.

 

*) Minimnya informasi mengenai R.M. Bintarti menjadikan riwayat hidup beliau tidak dapat kami tulis secara kronologis dan detail

(Visited 205 times, 1 visits today)