Profil Tokoh Pers Indonesia | Mochtar Lubis

Sampai sekarang, orang memang lebih mengenal Mochtar Lubis sebagai pemimpin umum dan pemimpin redaksi surat kabar Indonesia Raya yang pernah mengalami dua kali masa terbit, pada zaman Orde Lama (1949-1958) dan Orde Baru (1968-1974).

“….sewaktu kita dulu berjuang, ratusan ribu teman kita telah mati untuk merebut suatu kemerdekaan. Pengorbanan itu kemudian ada artinya buat kita. Apakah 100 orang yang bekerja pada kita lalu kita hendak mengorbankan prinsip kemerdekaan pers.” ucap Mochtar Lubis seperti dalam tulisan Atmakusumah “Mochtar Lubis dan Indonesia Raya”

Moctar Lubis terkenal sebagai wartawan yang berani dan pelawan terhadap semua yang batil. Dalam pandangan A.H. Nasution (1922 : 156), Mochtar Lubis adalah pribadi yang teguh pada keyakinan dan perjuangan demokrasi serta hak-hak asasi warga negara sebagaimana seharusnya demi harkat dan martabat manusia sebagai makhuk ciptaan Allah yang terbaik.

Karena prinsip itu, surat kabar Indonesia Raya sepanjang hidupnya mengalami seluruhnya tujuh kali pembredelan. Mochtar Lubis terkenal karena keberanianya mengekspos kasus korupsi dan ketidakefisienan pemerintah. Ia dipenjara oleh dua presiden, sementara surat kabarnya dibredel sampai enam kali.

Lubis pertama kali dipenjara pada Desember 1956 namun ia tidak ditentukan bersalah atau tidak. Sesudah secara sangat berani mengritik rezim Soekarno pada konferensi International Press Institute (IPI) di Tel Aviv, Lubis langsung ditangkap kembali dan dipenjarakan selama lima tahun.

Ia akhirnya dibebaskan pada tahun 1966, selepas adri penjara ia mendirikan kembali Indonesia Raya pada 1968 dan melanjutkan perannya dalam mengekspos korupsi pemerintah. Mochtar Lubis adalah tokoh pers di negara ini yang terbukti mempertahankan integritasnya sebagai wartawan yang selalu menyurakan kebenaran.

Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Pers Sedunia, 3 Mei 2000, sang “Legenda Pers Indonesia” memperoleh penghargaan sebagai satu dari 50 “Pahlawan Pers Dunia”. Anugerah itu seperti ditulis Jurnal Media Watch and Consumer Center yang diberikan oleh International Press Institute (IPI). Upacara pemberian penghargaan di lakukan di Boston, Amerika Serikat. Mochtar Lubis juga orang pertama yang mendapat Ramon Magsaysay Award, tahun 1958. Dengan gayanya yang khas Mochtar Lubis mengatakan, “ Buat orang Indonesia Raya, penghargaan itu suatu kebangaan untuk ikut membantu menghapus korupsi.

(Visited 24 times, 1 visits today)