VEDAC, Radio Swasta dengan Dukungan Kemendikbud

Akhir Lasono, Pimpinan VEDAC 99FM Yogyakarta
Akhir Lusono, Pimpinan VEDAC 99 FM Yogyakarta (Eva)

Yogyakarta–VEDAC 99 FM adalah salah satu radio swasta yang memiliki pendekatan unik dalam pengelolaan radio, yang sebagian besar pendapatannya bersumber dari Kementerian Pendidikan dan Budaya. Dengan slogan “Citra Seni dan Budaya Indonesia”, VEDAC mengudara sebagai salah satu media publikasi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Seni Budaya Yogyakarta. Lembaga P4TK SB ini bekerja langsung di bawah Kemendikbud, bukan pemerintah daerah.

Dengan konsep siaran seni dan budaya Jawa, radio ini jelas berbeda dengan radio swasta lain yang lebih berorientasi kepentingan bisnis. “Kami tidak pada orientasi bisnis walaupun tertulis sebagai radio swasta. Bagi saya dan para pengurus lain, keuntungan bukan hanya dalam bentuk materi, namun lebih kepada idealisme. Melalui radio ini, kita semua dapat tetap melestarikan seni dan budaya Indonesia terutama Jawa,” kata Akhir Lusono pada 16 Maret 2015 lalu di kantornya.

Mulai beroperasi pada tahun 2000, VEDAC mengudara selama 18 jam setiap harinya. Isi siarannya pun selalu konsisten dalam mengangkat citra seni dan budaya, mulai lagu-lagu daerah terutama lagu Jawa, hingga wayang kulit. Bahkan VEDAC juga pernah mendapatkan Rekor MURI pada Oktober 2008 dengan pembacaan puisi jawa terlama yaitu selama 6.666 menit. Selain itu, Pemerintah DIY juga pernah memberikan penghargaan untuk pelestarian acara wayang kulit.

Menurut Akhir, dibandingkan dengan media lain, radio memiliki karakteristik khusus yang membuatnya masih memiliki penggemar setia. Oleh karena itu, bertahannya radio ini selain untuk menyiarkan seni dan budaya Jawa yang masih ada, juga untuk mewarnai keberagaman pada radio itu sendiri. “Ada anggapan bahwa acara yang bagus adalah acara hiburan yang haha hihi. Padahal masih ada banyak hal yang bisa diangkat untuk dijadikan bahan siaran. Ya seperti VEDAC ini yang berusaha keluar dari jalur utama dan konsisten dengan seni dan budaya,” kata Akhir.

Selain melestarikan seni dan budaya khususnya Jawa, VEDAC juga bertujuan sebagai media yang mendorong karya dan kreativitas guru seni budaya. Hal ini dibuktikan dengan tidak sedikit konten siaran yang disiapkan oleh guru-guru seni budaya seperti naskah cerita radio.

VEDAC memiliki 12 karyawan, dengan 3 bagian utama yaitu program, administrasi, dan marketing. Menurut Akhir, tidak pernah ada tuntutan darinya kepada pengurus lain untuk sesuai dengan keinginannya. Baginya, nyaman dalam menjalankan kegiatannya dan rekan kerja yang menyenangkan adalah hal penting. Ini juga yang menjadi salah satu cara VEDAC untuk membuat banyak orang tertarik ikut serta dalam melestarikan seni dan budaya Jawa melalui radio.

(Visited 50 times, 1 visits today)