Ketika anak-anak sibuk dengan gawainya untuk mengakses permainan, saat itulah perlahan-lahan dolanan tradisional ditinggalkan. Kekhawatiran itu mendorong 30 Finalis Dimas Diajeng Kota Jogja (DDKJ) 2015 untuk turut melestarikan dolanan anak dan kesenian tari pada anak. Menurut …
Continue reading »