Untuk hidup sehat, konsumsi makanan yang sehat dan bergizi adalah keharusan. Sumber makanan dari budidaya sendiri adalah pilihan yang lebih baik karena bebas dari praktik nakal pedagang. Hal inilah yang mulai dikembangkan di Dusun Sokonilo, Sidoluhur, Godean pada April 2015. Hampir setiap warga Sokonilo menanam sendiri tanaman sayur-sayuran dan obat-obatan sehingga saat membutuhkan, mereka tinggal memetik dari depan rumah.
Ide ini digagas oleh dukuh setempat, Mulyono, dan disetujui oleh peduduk. Mulyono mengatakan, tujuan dari penanaman bersama ini adalah untuk keperluan sehari- hari warganya. “Untuk saat ini memang belum ada orientasi ekonomi dijual keluar. Untuk dalam dulu. Jadi biar kalau mau masak tinggal petik sendiri, lebih sehat. Kemudian juga bisa diolah menjadi jamu dan dikonsumsi sehari- hari untuk kesehatan,” kata Mulyono.
Untuk saat ini, Mulyono mengaku tidak mendapat kendala besar dalam merealisasikan programnya. “Tanaman obat itu tidak sulit. Di cuaca ekstrem seperti sekarang juga tidak masalah. Baru setengah bulan tanaman ini sudah tumbuh dengan cepat”, ujarnya.
Dalam mengajak warganya berpartisipasi, Mulyono juga tidak mengalami kesulitan. Awalnya dengan undangan setelah itu mengumumkan lewat masjid. Ia mengatakan kunci dari keberhasilan program ini adalah kerjasama dari seluruh warga. Semua warga setempat mudah diajak keluar untuk berpartisipasi kerja bakti, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, juga pemudanya.
Rencananya kegiatan kerja bakti mengurus pekarangan tanaman sayuran ini akan di rutinkan setiap minggu. Saat ini baru RT 01 yang sudah dibangun pekarangan khusus tanaman sayur dan obat. Di masa mendatang, Mulyono menginginkan setiap RT dibangun lahan khusus untuk pekarangan serupa.
“Tetapi semua bertahap. Karena kan sembilan puluh lima persen warga disini adalah petani. Mereka terkadang sudah capek kerja di sawah, jadi penanaman tanaman ini untuk saat ini hanya sampingan,” katanya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh warga. Satinem, salah satu warga setempat mengaku senang. Walaupun tidak memiliki pekarangan yang luas, ia menanam tanaman tersebut di halaman rumah dengan mendirikan rak kayu.
Sedangkan warga lain, Poniyem, mengaku belum memiliki tanaman obat di rumahnya tetapi memiliki rencana ikut program. “Untuk saat ini belum ada, tetapi ke depannya saya akan coba tanam,” katanya.
Program penanaman tanaman sayuran dan obat yang dilakukan di Sokonilo ini mendapat apresiasi dari GKR Hemas. Dia bersama Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu secara khusus menghadiri Penanaman Toga Bersama. Seperti diketahui, GKR Hemas saat ini sedang menggiatkan penanaman tanaman obat dan konsumsi jamu. Salah satu caranya adalah dengan menanam sendiri di pekarangan rumah.
Untuk mendukung aksi yang dilakukan di Sokonilo, mereka memberikan bantuan berupa bibit tanaman obat secara gratis kepada warga.
Mulyono mengaku senang dan cukup dengan bantuan pemerintah berupa bibit. Bantuan itu rencananya akan segera ditanam di lahan warga dalam waktu dekat. Ke depan, ia mengharapkan ada bantuan-bantuan serupa dari pemerintah.
